Friday, October 7, 2016

Masih Dengan Segala Hal Yang Sama

Mencintaimu serupa pagi
Dengan nyala yang sama
Dengan hangat yang sama
Dengan sapa yang sama
Dengan segala hal yang sama
Tidak pernah mengenal bosan
Meski telah berulang-ulang
Sesuai dengan sabda langit
Dengan ijin restu bumi
Aku selalu mencintaimu berulangkali

- gion.tanaka -




Friday, September 16, 2016

Hujan Pagi dan Embun Yang Ingin Pergi

Mengapa harus bersengketa untuk menunjukkan siapa yang lebih besar mencinta nona. Mengapa tak kita persatukan saja keduanya agar menjadi sesuatu yang hebat. Sampai kapan terus begini ? Aku berkata cintaku lebih besar dari yang kau punya, dan engkau bilang cintamu lebih besar dariku. Haruskah kita yang saling mencinta bertengkar untuk hal yang demikian. Terlalu sepele nona. Bukankah yang diuapkan embun dan yang dijatuhkan hujan adalah air?

Bukankah kita telah banyak belajar cinta?

Bukankah kita lahir dari dua insan yang saling mencinta. Tumbuh dengan limpahan cinta dari mereka. Bukankah kita telah belajar banyak hal tentang cinta dari kedua orang tua kita. Lalu mengapa engkau masih ragu untuk memulai membangun cinta denganku ? Memang jalan cinta kita mungkin akan berbeda dengan jalan yang dilalui orang tua kita. Namun bila kita tak mencoba melaluinya, kita tidak akan tahu jalan ini dimana ujungnya, mereka hanya mengajarkan dan menunjukkan caranya, dan kita yang menjalaninya.
Sudah siapkah kakimu melangkah bersamaku? Yakinlah, bahwa genggamanku tak akan melepasmu. Bila ada engkau terjatuh pada jalan yang akan kita lalui, sekuat tenaga aku akan memapahmu, menggendongmu sampai tiba pada tujuan. Bila aku yang terjatuh, cukup beri semangat aku untuk bangkit kembali, kita akan bahu-membahu, saling menopang hingga menemukan ujung cinta yang kita cari bersama, bahagia di akhir usia.

Jakarta, 16 September 2016

Monday, September 12, 2016

Pada Hangat Segelas Kopi

Adalah sebuah kebiasaan yang kudapati saat pagi
saat aku membuka mataku pertama kali
Selalu kutemukan senyumanmu menyambut pagiku
sembari kau sediakan segelas kopi Teramat manis semua yang kau lakukan
Kini setelah aku menjalani hidup sendiri
aku membiasakan menyeduh kopi seorang diri
sebagai ritual yang tak pernah aku tinggalkan dan sebagai mantranya
adalah namamu yang selalu berulangkali aku ucapkan
Barangkali kutemukan keajabaian bahwa engkau mendengarkan dan kembali
Namun bila dengan itu kau tak datang juga
setidaknya akan kudapati pengganti manisnga senyumanmu pada kopiku ini.
Meskipun tak sama.

Saturday, September 10, 2016

Ratih

Sebut namanya Ratih, meski rambutnya semakin memutih, namun penantiannya tak pernah mengenal kata letih. Meski umurnya semakin udzur namun cinta yang ia miliki tak kenal luntur. Meskipun ia disakiti, meskipun sekarang ia di tinggalkan, namun pada kenyataan ia masih memegang kesetiaan. Penantian.

Sudah berapa puluh musim berganti, bahkan ia sudah tak mampu menghitungnya lagi, lelaki yang ia cintai pergi meninggalkannya dan tak pernah kembali lagi. Ia bahkan lupa, sebab terlalu lama, kini rindu yang di asuhnya kian menua seiring usianya yang makin renta.

Di gubuk tua menanti lelaki itu kembali. Mungkin sang waktu akan tega membiarkannya mati dengan memeluk cinta seorang diri.

Saturday, May 28, 2016

Cinta Bukan Tentang Kita Saja

Untuk saat ini,
Jatuh hati cinta padamu bukan lagi bahagia
Bahkan lebih pedih dari rasanya patah hati
Banyak air mata yang harus menetes
Bukan dari mataku dan juga matamu
Tetapi dari mata-mata orang di sekeliling kita
Maka tolong jelaskan padaku
Apa perlu kita lanjutkan atau kita hentikan
Apa guna bahagia untuk kita
Bila akhirnya banyak orang terluka
Aku tahu kamu dan aku tak memerlukan sebuah penjelasan,
Tapi....
Bagaimana dengan orang tuamu?
Bagaimana dengan orang tua kita ?
Bagaimana orang - orang di sekeliling kita ?
Cinta itu bukan sekedar menyatukan individu dengan individu
Lebih dalam lagi sayangku...
Cinta menyatukan keluarga dengan keluarga
Menyatukan kabilah satu dengan kabilah lainnya
Bagaimana bisa disebut cinta
Bila aku hanya mencintai dirimu saja
Tapi dihatiku masih belum bisa menerima siapa-siapa yang berada di dekatmu
Begitu juga sebaliknya

Tuesday, May 3, 2016

KEBAKARAN RUMAH SAKIT KOJA

       
 Jakarta - 7 Unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.15 WIB tadi. Kepala Pleton Sektor 2 Damkar Koja, Mudakir mengatakan, kebakaran tersebut tidak mengganggu para pasien yang sedang menginap maupun berobat.
     "Korban jiwa tidak ada, dan kebakaran ini tak mengganggu para pasien," ujarnya ketika ditemui di lokasi, Jakarta Utara, Selasa (3/5).
      Mudakir mengatakan, api dapat dipadamkan oleh pihak keamanan RS Koja sebelum pihaknya tiba di lokasi. Api yang menyala tidak besar, tapi asapnya pekat. Pihak keamanan RS berhasil memadamkan pakai tabung pemadam. Ketika Damkar datang api sudah padam. Tapi sampai jam 20.15 damkar masih stay di RS Koja dengan membawa 7 unit damkar, Damkar juga bawa blower untuk hilangkan asap. Itu (kebakaran) diduga korsleting, di ruangan penghubung di lobby lantai 1.

        Pihak kepolisian tidak nampak di lokasi. Sementara akibat kebakaran tersebut di depan RS Koja situasi lalu lintas di depan RS Koja tetap lancar. .