Thursday, March 10, 2016

Teknik Menulis Puisi Pemula

Cara membuat puisi yang baik, benar, dan indah sebenarnya tidak terlalu sulit. Saya akan memaparkan bagaimana cara membuat puisi yang baik, bagaimana agar puisi tersebut menjadi indah?

Namun demikian ada baiknya untuk merangkum seluruh langkah demi langkah. Sehingga dapat memudahkan Anda untuk mulai menulis puisi. Silakan klik sub-judul untuk pembahasan lebih detil.

Langkah 1
Pilih Tema Yang Diminati
Agar dapat membuat puisi yang baik dengan mudah, pilihlah tema yang paling diminati. Cirinya Anda menyukai tema tersebut, banyak informasi mengenainya, dan ada rasa senang ketika membicarakannya.

Sebagai contoh tema cinta. Dari tema cinta kita dapat memilih sub-tema lainnya, seperti sedih, bahagia, kesetiaan, sakit hati, pengorbanan, dan hal-hal yang berhubungan dengan cinta.
Carilah yang paling Anda kuasai. Misalnya tentang rindu. Jika Anda pandai mengungkapkan kerinduan, maka itulah tema yang paling pas untuk dijadikan puisi.

Langkah 2
Memilih Kata Yang Tepat
Temukan dan gunakan kata-kata yang tepat. Penggunaan kata bisa dilatih. Jika Anda tekun berlatih, pemilihan kata bukan lagi sebagai halangan.
Banyak orang yang merasa tidak cukup mampu membuat puisi yang indah hanya karena ia tidak bisa menemukan kata yang benar untuk puisinya.
Untuk mengatasi hal itu, gunakan teknik konversi: yaitu membuat berbagai versi dari kalimat yang Anda buat. Sebagai contoh kita buat kalimat lain dari "Aku mencintaimu." Inilah beberapa versi lain dari kalimat tersebut.
Ingin Kuungkapkan Cinta Ini
Betapa Indahnya Engkau Ketika Kau Tawan Cintaku
Hatiku Hanya Berpaut Padamu
Jiwaku Menyentuh Jiwamu
Makna dari berbagai kalimat di atas sebenarnya sama, yakni "Aku mencintaimu."

Langkah 3
Membangun Suasana
Langkah berikutnya dalam membuat puisi yang baik, benar, dan indah adalah dengan membangun suasana. Membuat suasana yang sesuai dapat menjadi nilai lebih dalam sebuah puisi.
Caranya bisa dengan menggunakan kata teknik sinonim, metafora dan deskriptif. Teknik sinonim yaitu dengan menemukan dan menggunakan kata-kata yang semakna. Misalnya kata bahagia bisa juga bermakna senang, riang, gembira, cerah.
Metafora yaitu dengan menyamakan kata "bahagia" dengan fenomena alam, misalnya musim bersemi, bunga-bunga mekar, wangi, cahaya cerah matahari, rembulan purnama.
Sedangkan deskriptif yaitu dengan menggambarkan atau mendefinisikan suasana yang kita ingin buat.

Langkah 4
Penuhi Dengan Perasaan
Puisi yang baik adalah puisi yang memberikan sebuah kesan tersendiri kepada pembacanya. Kesan dalam puisi terbentuk oleh perasaan para penulisnya.
Ada semacam telepati antara penyair dan pembaca. Yaitu mereka pembaca dapat merasakan apa kondisi kejiwaan si pembuat puisi tadi.
Itulah beberapa teknik dan cara membuat puisi yang baik, benar, dan indah.

Sajak Perpisahan

secangkir kopi yang aku sukai
sekarang tak bisa kunikmati
manisnya tak lagi bisa kurasakan
sebab setelah kau pergi
yang tertinggal adalah kepahitan
kenangan...
bunga yang dulu kuberikan
sempat ia bermekaran
kelopaknya sengaja pula aku cabuti
biar dia ikut merasakan
betapa sakitnya ditinggalkan
tapi akhirnya aku tersadar
perpisahan tak bisa terhindar
meski aku rangkai seribu puisi
kaupun tetap memilih pergi

#request dari salah satu follower instagram yang sedang patah hati.. Hahahaha,, terpaksa deh sore ini bergalau ria kembali merangkai puisi

Wednesday, March 9, 2016

Aku Ingin Menjadi Burung

Aku ingin menjadi burung
Biar bebas terbang
Mengajakmu mengarungi dunia bersama
Aku ingin menjadi burung
Biar bebas terbang
Saat kau berkata rindu
Aku pun segera menuju kesana
Aku ingin menjadi burung
Biar aku bebas terbang
Melintas diatas angan-anganmu
Sehingga aku tak usah menerka-nerka apa yang kau mau
Aku ingin menjadi burung
Agar pagimu tak lagi sepi
Aku ingin berkicau merdu
Menyambut duniamu tatkala pagi
Aku ingin menjadi burung
Saat kau berjalan
Di bawah terik siang
Aku akan terbang diatasmu
Agar dirimu yang cantik tetap terjaga
Sayap-sayapku memberi teduh bagi jalanmu
Aku ingin menjadi burung
Ketika senja datang
Ketika kau sudah letih berjalan
Biar aku yang terbang
Membawa tubuhmu pulang
Aku tahu lelahmu menjalani kehidupan
Ketika malam menjelang
Sayapku yang akan mendekapmu
Usah kau rasakan dingin yang menusuk tulang
Aku ingin menjadi burung
Aku ingin menjadi pelindung
Untukmu sayang....

Pedang Kehidupan

Pedang Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Bocah itu bernama Kochi, hanya Kochi. Banyak orang mengalamatkan pertanyaan prihal nama itu. Kochi membisu. Mana sempat ia bersapa apa lagi bertanya prihal asal-usul namanya, orang tuanya saja ia tidak ingat. Sekelebat ingatan yang berhubungan dengan orang tuanya hanyalah tentamg sapuan angin. Malam itu, orang tua Kochi bertranformasi menjadi angin. Bebas. Terbang. Terbenam. Ayahnya, seorang pendekar pedang hebat. Begitu pula Kochi. Sejak usia belia ia telah berusaha mempertajam indranya untuk menebas. Menebas semua termasuk rasa rindu akan pelukan Ibu yang tak pernah ia rasa dalam ingatan.

Kochi berlatih dengan seorang guru, guru Ching. Guru Ching sudah uzur. Sebentar lagi nyawanya akan lapuk di makan lumut akhirat. Lumut akhirat itu hebat. Lebih hebat dari lumut apapun. Tapi, lumut biasapun hebat. Batu raksasa dibinasakan dengan perlahan. Akan tetapi, lumut akhirat jauh lebih hebat. Nyawa yang di buat dari unsur tak terkenali bisa dihancurkan dengan akarnya.
“Bagaimana lumut itu hidup?”
“Sesuatu yang kau sebut dosa.” Jawab guru Ching singkat.

Usia uzurnya sedikit membendung ketajaman pedang guru Ching. Lumut akhirat yang pernah di tebasnya beberapa kali kini bersarang di tubuh rentanya. Koc
... baca selengkapnya di Pedang Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tuesday, March 8, 2016

Sajak Untuk Ibu

Bu, yang membuat gelap bukan gerhana
Tapi bila cintamu berjeda
Mungkin aku binasa
Karena setiap airmata yang kubuat pecah dari matamu yang indah
Bagiku itulah sebesar-besarnya musibah
Tapi engkau selalu tabah
Aku tak tahu hatimu terbuat dari apa
Seandainya aku bisa meminjam sebentar
Biar aku belajar arti sabar
Bu, darimu aku mengerti
Bahwa aku tak pernah sendirian
Doa-doamu hadir menjadi teman
Menjadi penerang saat aku berjalan di kegelapan
Bu, maafkan saya
Engkau menghadiahkan aku cinta
Sedang sering aku membalasnya dengan airmata

Sunday, March 6, 2016

Bagaikan Pelangi Setelah Hujan

Bagaikan Pelangi Setelah Hujan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sore hari, ketika aku pulang dari mengajar les, aku melihat sebuah perjuangan hidup seorang bapak tua yang mendorong gerobak dagangannya yang berisi jagung rebus. Aku terus melihat bapak itu merapikan jagung-jagung rebusnya yang sudah masak. Tetes peluh bapak itu pun terlihat. Taukah sobat, apa yang aku bayangkan? Aku membayangkan jika bapak itu adalah papa ku. Mendorong kesana kemari gerobak dagangannya demi mencari rezeki untuk anak dan istrinya.

Sekejap bayangan itu membuat ku sedih, betapa besarnya semangat bapak tersebut untuk membahagiakan keluarganya. Di tengah lamunan ku ini, tak terasa gerimis datang dan kini semakin deras menjadi hujan besar yang menerpa tubuh ku, sehingga aku menjadi basah kuyup. Aku mencari tempat berteduh di sebuah halaman toko milik orang lain. Aku melihat bapak tadi sedang terburu-buru mendorong gerobaknya untuk dapat berteduh. Kini bapak itu berteduh tepat di samping ku. Ku lihat kembali tubuh bapak tersebut yang sudah tua dan keriput. Ku lirik jagung-jagung yang masih menggunung di gerobaknya. Ya Tuhan, aku tau hujan ini adalah rezeki dari mu, namun berilah petunjuk mu agar bapak ini bisa mencari rezekinya. Ya Tuhan bantulah bapak ini ya Tuhan.

Tidak berapa lama kemudian bapak itu melirik ku yang kedi
... baca selengkapnya di Bagaikan Pelangi Setelah Hujan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Aku Membenci Senja


semenjak ketiadaanmu disini
aku tak lagi menyukai senja
entah kenapa
sebab langit yang merah saga
sudah serupa luka yang menganga
perih...
apalagi bila senja diguyur hujan
perihal kesedihan tentang kenangan
seperti dilipat gandakan
aku mencoba bertahan
aku sendirian
menelan setiap kenyataan atas kedustaan
bahkan aku sering mendoa
semoga petang segera datang
biar bayang - bayangmu hilang
tenggelam bersama surya terbenam
dan cinta yang dulu menyala-nyala
ikut pula padam

Gion Tanaka
Jakarta, 6 Maret 2016